Khutbah Jumat: Tanggung Jawab Pemerintah dalam Mewujudkan Kesejahteraan Guru
Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah swt, Dzat Yang Maha Esa, yang senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada seluruh hamba-Nya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Pada kesempatan ini, khatib mengajak diri sendiri dan seluruh jamaah untuk senantiasa memperkokoh ketakwaan kepada Allah swt, yaitu dengan sungguh-sungguh menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.
Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,
Sampai hari ini, persoalan kesejahteraan guru masih belum sepenuhnya terselesaikan di negeri kita. Ironisnya, mereka yang mengemban amanah mulia mencerdaskan generasi bangsa justru belum memiliki standar dan aturan pengupahan yang jelas—terlebih bagi guru berstatus honorer, yang sebagian besar upahnya jauh di bawah standar minimum daerah masing-masing.
Sebagaimana dilaporkan Tempo, hasil kajian Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) pada Mei 2024 menunjukkan bahwa sekitar 74 persen guru honorer berpenghasilan di bawah Upah Minimum Kabupaten/Kota, bahkan tak sampai Rp2 juta setiap bulannya.
Angka ini seharusnya tidak sekadar kita pahami sebagai data statistik semata. Di balik angka tersebut, ada sosok guru yang tiap pagi bergegas menuju sekolah, berdiri di hadapan murid-muridnya dengan sepenuh dedikasi, dan terus mengajar walau kebutuhan hidup keluarganya sendiri pun harus ia penuhi.
Syekh Muhammad bin Muflih berkata: وَوَاجِبٌ عَلَى الْإِمَامِ أَنْ يَتَعَاهَدَ الْمُعَلِّمَ وَالْمُتَعَلِّمَ كَذَلِكَ وَيَرْزُقَهُمَا مِنْ بَيْتِ الْمَالِ لِأَنَّ فِي ذَلِكَ قِوَامًا لِلدِّيْنِ فَهُوَ أَوْلَى مِنَ الْجِهَادِ لِأَنَّهُ رُبَّمَا نَشَأَ الْوَلَدُ عَلَى مَذْهَبٍ فَاسِدٍ فَيَتَعَذَّرُ زَوَالُهُ مِنْ قَلْبِهِ Artinya: “Wajib bagi pemerintah untuk memberikan perhatian kepada guru dan siswa, begitupula membiayai mereka dari baitulmal (kas negara). Karena itu dapat menegakkan agama, maka kedudukannya lebih utama dari jihad. Sebab (tanpa pendidikan) mungkin anak-anak tumbuh dengan ajaran yang sesat, sehingga tidak mungkin bisa dihilangkan dari hatinya.” shamela.ws/book/21582/499
Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,
Islam mengajarkan bahwa salah satu kewajiban utama pemerintah selaku pemegang kebijakan adalah mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya, termasuk di dalamnya kesejahteraan para guru yang menjadi tulang punggung dunia pendidikan. Sudah semestinya pemerintah memberi perhatian serius kepada para pendidik yang mengemban tugas mulia mencerdaskan anak bangsa ini.
Allah Swt berfirman dalam Surat Al-Maidah Ayat 8:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْاۗ اِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan". (Qs. Al-Maidah: 08)
Dalam kitab Al-Adabus Syar'iyyah wal Minahul Mar'iyyah juz 2 halaman 47, Muhammad bin Muflih bahkan menegaskan bahwa memperhatikan kesejahteraan guru dan murid lebih diutamakan ketimbang kepentingan militer. Sebab pendidikan yang diselenggarakan para guru menjadi benteng yang melindungi generasi muda dari kebodohan sekaligus dari paham-paham radikal yang berpotensi menghancurkan bangsa dari dalam.
Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,
Selain itu, kewajiban pemerintah untuk bertindak nyata dan berkesinambungan dalam meningkatkan kesejahteraan guru juga berlandaskan prinsip keadilan. Pemerintah dituntut berlaku adil kepada guru di seluruh pelosok negeri dengan menyesuaikan upah mereka pada standar UMR dan UMK yang berlaku di masing-masing daerah, terutama bagi guru honorer yang mayoritas masih menerima upah di bawah standar minimum tersebut.
Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,
Ada pelajaran berharga yang bisa kita petik: keadilan wajib ditegakkan bukan atas dasar suka atau tidak suka kepada seseorang, melainkan semata-mata karena Allah. Dan salah satu wujud nyata keadilan adalah memastikan setiap insan mendapatkan haknya secara layak.
Guru pun demikian. Mereka berhak atas penghargaan yang setimpal dengan pengabdian dan jerih payahnya. Mereka berhak hidup dengan martabat yang terjaga. Para pendidik yang telah mencurahkan hidupnya untuk membina generasi penerus bangsa, sudah sepatutnya mendapat perhatian sungguh-sungguh dari negara.
Syekh Nawawi Banten dalam tafsir Marah Labid, juz 1, halaman 255, ketika menjelaskan ayat tersebut, mengatakan:
فَقَوْلُهُ تَعَالَى: كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ إِشَارَةٌ إِلَى النَّوْعِ الْأَوَّلِ وَهُوَ حُقُوْقُ اللهِ، وَقَوْلُهُ تَعَالَى: شُهَداءَ بِالْقِسْطِ إِشَارَةٌ إِلَى الثَّانِي وَهُوَ حُقُوْقُ الْخَلْقِ
Artinya: Firman Allah Ta'ala "jadilah penegak kebenaran" merujuk pada memenuhi hak-hak Allah, sedangkan "saksi-saki yang berbuat adil" merujuk pada kewajiban memenuhi hak-hak sesama manusia".
Demikianlah khutbah pada siang hari ini. Semoga pemerintah sebagai pengambil kebijakan dapat menjalankan amanahnya dengan sebaik-baiknya, yaitu mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, tak terkecuali para guru yang upahnya masih berada di bawah UMR dan UMK setempat. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Khutbah II إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Pelantikan Raya & Rapat Kerja Nasional Pengurus Cabang Ikatan Santri Alumni Al-Khoziny (IS Aluny) Buduran Sidoarjo
Selamat atas Pelantikan Raya & Rapat Kerja Nasional Pengurus Cabang Ikatan Santri Alumni Al-Khoziny (IS Aluny) Buduran Sidoarjo.Semoga amanah dalam mengemban tugas, solid dalam kebe
Jangan Abaikan Hak Pekerja dalam Outsourcing
Isu ketenagakerjaan menjadi salah satu pembahasan yang cukup dinamis dalam Komisi Bahtsul Masail Ad-Diniyah Al-Qanuniyah Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, J
Sample Post 4
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco l
Sample Post 5
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco l
